Tuesday, April 29, 2008

Instant Idol

Tiga pelayan sebuah warung nasi Padang di Batam Center, menatap lurus ke layar televisi yang terpasang di atas pintu masuk. Wajah mereka tegang. Beberapa detik berselang, tatkala suara presenter melengking panjang, para pelayan bersorak sambil melonjak. Ketegangan pecah jadi kegembiraan. Saya yang sedang menyuap nasi, Minggu petang itu, kaget dan tersedak.


Wednesday, March 5, 2008

Selingkuh

RIEKA Roeslan, seorang penulis lirik lagu penyanyi papan atas Indonesia mengaku sangat berhati-hati dalam menulis lagu. Bagi dia, lirik tak ubah seperti sebuah doa. Untuk itulah setiap membuat lagu, perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, itu selalu memperhatikan dengan seksama latar belakang budaya, moral, dan hati nurani.



Tuesday, February 19, 2008

Menanti Kiriman Bondan Winarno

INILAH penantian yang lama untuk mendapatkan sebuah buku, yang menabuh rasa penasaran bertalu-talu. Sejak tahun 2002 saya berusaha mencarinya, ketika pertama kali diberitahu Septiawan Santana Kurnia, mantan dosen saya di Bandung dulu. ''Itu buku yang layak dibaca semua wartawan dan orang yang berminat pada jurnalistik,'' begitu katanya.


Thursday, January 10, 2008

Narsis Itu Mirip Najis

Apa yang paling memuakkan ketika kita berkomunikasi dengan seseorang? Bagi saya, adalah lawan bicara yang tak bisa mengendalikan ego, ingin memonopoli arus pembicaraan, dan selalu merasa paling super setiap kali membicarakan topik tertentu.


Monday, December 31, 2007

Setahun Itu Tak Lama

SETAHUN silam di hari yang sama, ia menyaksikan di televisi paranormal bicara soal kehidupan 360 hari ke depan. Pada hari yang sama dan di televisi yang sama, puluhan artis dan orang-orang yang mengaku artis serta yang ngebet dianggap artis, dari yang paling picisan sampai karatan, cuap-cuap tentang harapan masa depan.


Friday, December 28, 2007

Bertaruh Nyawa Menjaga Hutan

KARTU bridge warna biru itu tak sempat dirapikan. Lembar-lembarnya berserakan tak beraturan. Umar Saleh (34) bersusah payah menyusunnya. Tapi, kantuk yang mendera membuat tangannya seperti kehilangan tenaga. Ia terkulai dengan wajah tengkurap di atas lembaran kartu permainan logika yang sudah lusuh itu. Sayup-sayup suara dengkuran terdengar dari mulutnya. Berpacu dengan bisingnya knalpot dan mesin kendaraan yang melintas hanya beberapa meter saja tempatnya terlelap.


Mereka Pamit Setelah Digigit

SARI Rahma kini hanyalah sebuah nama yang jadi kenangan tak terlupakan bagi keluarga Salbi dan Siti Lazima. Bocah perempuan berusia 12 tahun itu tak lagi muncul di tengah-tengah kehidupan mereka. Tak ada lagi kelucuan dan kelincahan Sari yang biasa mewarnai hari-hari keluarga Salbi. Hilang pula kenakalan khas anak-anak yang selama ini menghadirkan derai tawa.


Monday, December 24, 2007

20/11/2006 (Kelahiran)


HARI baru saja berganti. Pukul 24.10, sepi membekap kawasan Simpang Jam, titik lalu lintas terpadat di Batam. Dari sebuah kamar di lantai dua Rumah Sakit Awal Bros, seorang suster berseragam merah berkata kepada rekan kerjanya, yang mengenakan seragam putih, ‘’Kalau jam segini, Batam sudah mati,’’ ujarnya. ‘’Kita saja yang masih hidup,’’ temannya menjawab.


Hamer D-17

HAUR Mekar adalah sebuah perkampungan padat di Bandung. Ia berada persis di seberang kampus Universitas Padjajaran di Jalan Dipati Ukur. Kampung itu, kini dibelakangi oleh Monumen Perjuangan Jawa Barat, yang kokoh dan besar.

Oleh puluhan ribu penghuninya, Haur Mekar biasa disingkat Hamer. lokasinya sangat strategis. Ia berada tak jauh dari Dago, bisa ditempuh dengan jalan kaki di bawah rindangnya pohon Jalan Hasanudin di samping Unpad. Gedung sate dan Lapangan Gasibu, ikon utama Kota Bandung, hanya berjarak 500 meter saja. Posisinya simetris dengan Monumen Perjuangan Jawa Barat.


Wednesday, December 12, 2007

Cerita TKI, Derita Tiada Henti



Persoalan hukum yang dihadapi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di Malaysia masih terus terjadi. Sebagian dari mereka terbelit kasus kriminal dan harus mendekam di penjara. Sebagian lagi diperlakukan tak manusiawi oleh majikan: disiksa dan tak digaji belasan tahun. Perhatian pemerintah masih minim.


Meski sedang dibalut musim penghujan, Jumat pagi pekan lalu, cuaca cerah menggantung di langit Kota Johor. Di ujung tikungan Jalan Ayer Molek, di depan pagar sebuah rumah yang disulap jadi kantor, sekitar 600 manusia berjejal menunggu kesempatan masuk ke halaman berpagar besi yang dikawal seorang petugas berpewarakan tinggi bertampang India.